Legenda dan Sejarah pembangunan desa Pandanlor

            Pada zaman dahulu kala ada dua orang yang bernama :

1. Syeh Abdul Baqi.

2. Syeh Abu Nawas.

            Kedua orang tersebut sangat di segani oleh masyarakat, karena berilmu tinggi. Sehubungan kedua orang tesebut berilmu tinggi maka masyarakat mengangkatnya sebagai pemimpin.

-         Syeh Abdul Baqi sebelah selatan.

-         Syeh Abunawas sebelah utara.

Kedua orang tersebut menjalin persaudaraan yang sangat erat, karena sangat eratnya mereka bersumpah sampai titik darah penghabisanpun akan bersama. Keadaan tersebut berjalan bertahun-tahun.

Namun pada suatu hari datang cobaan yaitu datangnya angin kencang yang arahnya dari laut, dan dikemudian hari datang mara bahaya/musibah wabah penyakit yang mengakibatkan banyak kematian bagi warga masyarakat. Pada saat itu kedua pemimpin mohon/berdoa kepada Allah SWT , antara lain :

-         Syeh Abdul Baqi disuruh membuat tanggul, dan

-         Syeh Abunawas disuruh menanam pohon Pandan.

Setelah itu selesai keduanya membuat selamatan dan di dalam melaksanakan upacara selamatan diumumkan bahwa pembuatan Tanggul guna menangkal angin dan penanaman pohon Pandan guna penangkal penyakit.

Setelah itu kedua pemimpin tersebut mengucapkan :

“ BESOK REJANE ZAMAN SEBELAH SELATAN SAYA BERI NAMA DESA TANGGULANGIN DAN SEBELAH UTARA SAYA BERI NAMA DESA PANDAN.”

 Pada waktu itu Desa Pandan belum bernama Desa Pandanlor.

Maka riwayat terjadinya Desa Pandanlor yaitu :

      Suatu saat ketika kedua pemimpin tersebut menjalin kekeluargaan atau berumah tangga, kebetulan wanita yang dipersunting kaka adik satu kandung. Jadinya kakak beradik karena mertuanya satu keluarga. Pada suatu hari mereka mengadakan musyawarah sehubungan keduanya telah dianggap menjadi seorang pemimpin ( KADES ) maka keduanya sepakat untuk mencari wahyu kepemimpinan ( Wahyu Kades ).

      Kedua orang tersebut berdoa memohon kepeda Allah Swt dengan sangat khusu’ yang akhirnya keduanya diberi firasat/ ilham/perlambang yaitu bunga pandan yang berwarna kuning yang berterbangan kesana kemari. Karena keduanya sedang mencari wahyu maka bunga pandan yang berwarna kuning tersebut dianggap sebagai wahyu kepemimpinan.

      Kemudian keduanya mengejar - ngejar bunga pandan yang berterbangan kesana kemari , yang kemudian bunga pandan yang berwarna kuning tersebut dianggap sebagai wahyu yang kebetulan berterbang menuju kepanembahan Dukuh yang berada di sebelah utara, yang akhirnya sesampainya dipanembahan dukuh bunga pandan yang berwarna kuning menghilang.

      Kemudian keduanya menunggu di tempat tersebut, yang akhirnya setelah lama menunggu tidak ada apa-apa sehingga keduanya sepakat meriwayatkan bahwa :

  1. Syeh Abdul Baqi pernah tua mengucapkan  BESOK REJANE ZAMAN DESA TANGGULANGIN SEBELAH TIMUR SAYA BERI  NAMA “ DUKUH TUA BURU “ yang disebabkan karena kepemimpinannya lebih tua dan mengejar-ngejar/mburu mburu wahyu yang pada akhirnya jadi nama “ TUA BURU.”

Syeh Abunawas pernah muda mengucapkan  “ BESOK REJANE ZAMAN DESA PANDAN SAYA GANTI menjadi “ DESA PANDANLOR “ sebab keduanya mengejar-ngejar wahyu yang larinya menuju  kearah utara/ lor    

Ditulis Oleh :Administrator
Pada : 30 April 2014 17:20:39 WIB

Komentar Artikel Terkait

Baetul Muarifah
18 Desember 2016 14:42:43 WIB

Berkata, nice artikel


21 November 2015 02:48:59 WIB

Berkata, subhanalloh...q mlah nembe erti....

Nawangsari
22 Oktober 2015 18:58:31 WIB

Berkata, Subhanalloh, saene. Kapan nggeh saget ziaroh wonten makome simbah 'Abdul Baqi.? :-)

ripto
29 Maret 2015 13:13:32 WIB

Berkata, Kat wingi2 bertanya2 siki dadi wes denger asal mulane desane dewek

MUSLIMIN Pandan Lor
19 Februari 2015 01:43:52 WIB

Berkata, Alhamdulillah tanah kelahiran saya'berawal dari kepemimpinan yang beragama dan berilmu,semoga desa Pandan Lor berkembang leboh baik dan menjaganya sepanjanag zaman.

MUSLIMIN Pandan Lor
19 Februari 2015 01:39:42 WIB

Berkata, Alhamdulillah tanah kelahiran saya'berawal dari kepemimpinan yang beragama dan berilmu,semoga desa Pandan Lor berkembang leboh baik dan menjaganya sepanjanag zaman.

srobay
04 Februari 2015 13:33:53 WIB

Berkata, tankz infonya...baru tau saya tentng sejarah desa sendiri... sekali lagi makasih... kalau bisa banyak banyak deh di post tentang keadaan desa pandanlor.

yanto
25 Januari 2015 03:43:48 WIB

Berkata, Nemu tulisan ini gan,.barangkali bermanfaat Sesudah kemerdekaan Indonesia (1945). , Pandanlor adalah bagian dari daerah Gelondongan, daerah Gelondongan yaitu gabungan dari beberapa desa yang di pimpin oleh seorang Gelondong.Gelondong adalah koordinator bagi gabungan desa-desa yang terkelompok dalam satu gelondongan. Pandanlor,Tambak progaten dan Tanggulangin, ketiga desa tersebut tergabung dalam satu gelondongan. Setelah itu desa pandanlor di pimpin oleh seorang kepala desa yang merupakan awal dari sistem pemerintahan desa yang sampai sekarang ini.kepala desa pandanlor yang pertama adalah Sanidris yang memimpin sampai tahun 1990 dan penggantinya adalah M Khafid sampai tahun 1998 di lanjutkan oleh Sugino yang merupakan putera dari Sanidris sampai tahun 2007 kemudian di gantikan oleh Sarji yang kemudian terpilih kembali setelah memimpin selama satu periode(6th) Sarji terpilih kembali untuk masa jabatan periode 2013-2019

Ji_manis@rocketmail.com
01 Oktober 2014 21:37:25 WIB

Berkata, Sip lah,

Subkhanudin
13 September 2014 19:33:00 WIB

Berkata, JAS MERAH (JAngan Sekali-kali MElupakan sejaRAH) yang dulu diajarkan oleh presiden pertama kita, Ir. Soekarno,

Post Komentar :


Nama
Alamat Email
Komentar