Desa Pejengkolan dan Pandanlor Juara Nasional

KEBUMEN (kebumenekspres.com) – Prestasi membanggakan diraih dua desa di Kabupaten Kebumen, masing-masing Desa Pejengkolan Kecamatan Padureso dan Desa Pandanlor Kecamatan Klirong. Kedua desa tersebut berhasil meraih juara pertama tingkat nasional pada lomba Perencanaan Pembangunan Desa Partisipatif dan Pemberdayaan Masyarakat serta lomba Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD).

Atas keberhasilannya, keduanya mendapat penghargaan berupa piala dan piagam yang diserahkan langsung oleh Menteri Desa, Transmigrasi dan Daerah Tertinggal RI H Marwan Ja’far SE SH MM MSi, kepada Kepala Desa Pejengkolan Muslimah, dan KPMD Desa Pandanlor Ikhsanudin pada Rapat Koordinasi Nasional Kebijakan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat di Jakarta tanggal 2 Desember lalu. Turut mendampingi keduanya, Kepala Bapermades Kabupaten Kebumen H Amirudin SIP MM.

Juara pertama pada lomba Perencanaan Pembangunan Desa Partisipatif dan Pemberdayaan Masyarakat pun membuat Kepala Desa Pejengkolan Muslimah terharu. Pihaknya pun mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Kebumen dan Camat Padureso serta semua pihak yang mendukung terwujudnya Desa Pejengkolan menjadi lebih baik.

KPMD Pandanlor Kecamatan Klirong Ikhsanudin sendiri mengaku tidak menyangka desanya dapat meraih juara nasional  pada lomba Perencanaan Pembangunan Desa Partisipatif dan Pemberdayaan Masyarakat serta lomba Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD).

Sebab, apa yang dilakukan untuk Desa Pandanlor selama ini merupakan bagian dari tugas dan kewajiban masyarakat untuk memikirkan desanya. “Memang sekarang Desa Pandanlor cukup memiliki kemajuan terutama dalam hal pelibatan masyarakat dalam membangun dan keterbukaan informasi publik melalui sistem informasi desa yang menjadi tugasnya,”tuturnya kepada kebumenekspres.com.

Di samping mendapatkan piagam penghargaan dan piala, Desa Pejengkolan juga dijadikan lokasi pengambilan film (shooting) film berjudul “Desa Membangun Indonesia” oleh Kementerian Desa.

Sementara itu, Dewan Presidium Masyarakat Sipil (Formasi) Kebumen Yusuf Murtiono mengucapkan selama dan sukses atas dua penghargaan yang telah diraih Kebumen. Menurutnya, penghargaan tersebut akan memperteguh Kebumen sebagai pusat pembelajaran gerakan desa membangun yang telah dirintis lama. “Karena setiap bicara desa, Kebumen selalu menjadi garda terdepan terjadinya pembaharuan. Tentunya menjadi tugas berat ke depan, baik bagi para KPMD, pemerintah desa, masyarakat desa, kecamatan maupun kabupaten untuk menjaga dan mempertahankan prestasi yang sudah diraih,” ucapnya. (mam)

source Kebumen Express

Artikel Terkini

Budidaya Lebah Klanceng Mulai Dilirik

KEBUMEN (kebumenekspres.com)-Lebah Klanceng atau trigona, merupakan spesies lebah yang tak bersengat. Lebah ini banyak bersarang di bambu rumah-rumah atapun lubang pada pohon. Lebah ini marak dijumpai di beberapa desa di wilayah pesisir selatan. Kini lebah tersebut mulai dilirik untuk dibudidayakan. Salah satu pembudidaya lebah Klanceng adalah R...Baca Selengkapnya

Di Tangan Rahmat Satibi, Biji Jenitri jadi Cincin

KEBUMEN (kebumenekspres.com)- Berhasil membuat dan memasarkan emban cincin berbahan kayu, tak lantas membuat Rahmat Satibi puas. Kini, pria warga Desa Pandanlor Kecamatan Klirong kembali membuat cincin unik berbahan jenitri. Rahmat memilih jenis biji jenitri Papua yang digunakan untuk membuat cincin. Alasannya biji ini berukuran besar sehingga d...Baca Selengkapnya

Cegah Erosi dan Longsor, Rahmat Budidayakan Pohon Nipah

KEBUMEN (kebumenekspres.com) - Mungkin tak banyak warga Kebumen yang berpikir untuk membudidayakan pohon nipah. Dari yang sedikit itu terdapat nama Rahmat Satibi (33) warga Desa Pandanlor yang membudidayakan tanaman sejenis palem-paleman tersebut. Rahmat Satibi menjelaskan, nipah memiliki fungsi seperti mangrove yaang bisa hidup di air tawar, asi...Baca Selengkapnya

Produsen VCO Mengeluh Kesulitan Bahan Baku

KEBUMEN – Kebutuhan Virgin Coconut Oil (VCO) terus meningkat. Namun produsen VCO mengeluhkan kekurangan bahan baku kelapa. “Kalau musim hujan kayak gini, selain kesulitan mencari buah kepala, harganya juga mahal,” tutur Kaidah (56) salah satu produsen VCO warga RT 1 RW 2 Desa Pandanlor Kecamatan Klirong, Kebumen, kemarin. Ia mengaku...Baca Selengkapnya